🌻♥️Surat buat anakku♥️🌻
By Ida
Smg, 17 September 2019
Kisahku hari ini sedikit membawa baper diriku. Pasalnya menempuh jarak yang lumayan jauh hasrat ingin melihat anak di pondok, yang jauh jauh hari sdh direncanakan & rangkaian kata sdh diukir untuk anakku di sana supaya semakin semangat & istiqomah. Tapi belum sempat mulut ini berucap, dari jauh sang anak sudah berkali memeluk & teriak histeris mengungkapkan perasaanya. Hati ini sempat misgul tapi apa boleh buat harus kuat & harus semakin menguatkan semangat.
Nak, ini ada sedikit coretan yang sebenarnya ingin disampaikan saat pertemuan kita setelah beberapa waktu kita berpisah, agar dirimu menjadi lebih bersemangat.
Nak, belajar dan menuntut ilmu adalah salah satu ibadah. Setiap kehidupan pasti punya tujuan, begitu juga dirimu. Maka dari itu agar mudah melangkah kau kuatkan dulu tujuanmu.
Sahabat Ali radhiallahu 'anhu berkata,"dunia mempunyai anak-anaknya, akhirat mempunyai anak-anaknya. Maka jadilah anak-anak akhirat, jangan jadi anak dunia."
Maka jadilah anak akhirat sebagai tujuan akhirmu. setelah mempunyai niat dan tujuan yang jelas, tulislah visi dan misimu di kertas dan buku harianmu.
Dikala malas melanda, rasa bosan menyerang, segera buka buku harianmu. Baca ulang visi misimu. Berdoalah kepada Allah Ta'ala agar diberikan hidayah taufiq. Dan ikhtiarlah sekuat mungkin melawan pikiran dan perasaan negatif itu.
Kami semua menyayangimu. Mulai sekarang belajar dan biasakanlah menjadi orang yang kuat dan tangguh.Insyaa Allah akan mudah untuk beradaptasi dimanapun berada.
homesick itu wajar nak, kami telah merasakan hal itu sewaktu pertama kali kos dan tinggal jauh dari orang tua untuk kuliah dan kerja dahulu dan tidak mudah untuk menghilangkan perasaan itu. Cobalah buka buku harianmu, baca lagi visi, niat, tujuan, dan misimu belajar di pondok. Baca dengan pelan dan berulang-ulang.
Mintalah kepada Allah agar diberikan kekuatan hati dan keteguhan jiwa agar dapat konsentrasi belajar, dan dapat bersabar menunggu saatnya tiba ketika orang-tua dan adik-adikmu mengunjungi dihari libur nanti.
Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dimana tinggal adalah salah satu kunci keberhasilan seseorang dalam menempuh studi di tempat yang jauh dari keluarga. Maka pertajam lagi kemampuan adaptasimu.
Bagaimana caranya?
Kuatkan azzam, bulatkan tekad untuk meraih kesuksesan dalam menuntut ilmu.
Maka jika kamu telah membulatkan tekad (berazzam yang kuat), bertawakkal-lah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertawakkal.
Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan cukupkan keperluannya.
Nak, pintar-pintarlah dalam bergaul.
Pilihlah teman akrabmu yang shalih, yang mempunyai akhlak baik, punya adab yang luhur, dan sifat kebaikan lainnya.
Jauhilah orang yang malas, yang punya akhlak yang jelek, dan sifat buruk lainnya.
Ingat-ingat hadits ini dan amalkan,"Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman." pilihlah kegiatan yang positif yang menyenangkanmu dan membuat dirimu semangat. Kapasitas dirimu, dirimulah yang tahu, memilih kegiatan yang baik dan bermanfaat buat kehidupan. Selaraskan kegiatan ekstrakurikulermu dengan cita-citamu, sehingga semakin mudah dalam mencapai tujuanmu nanti.
Fokus belajar di kelas dan ikutilah kegiatan positif dan bermanfaat lainnya. Percayalah kegiatan-kegiatan itu dapat menempamu menjadi pribadi yang lebih tangguh, kuat, tahan banting, sabar, dan pantang menyerah.
Saling menolong, memberi dan menerima. Biasakan hidup disiplin, jangan menunda-nunda waktu, rajin belajar dan berusaha, dan sabar dalam menempuh jalan menuntut ilmu ini.
Kesehatan adalah salah satu nikmat dari Allah yang harus kita syukuri dengan menjaganya.
Jagalah kesehatanmu.
Nanti kau akan temui kehidupan yang sebenarnya yang bisa engkau rasakan sendiri jika engkau mandiri nanti. Tidak semua yang engkau inginkan akan terpenuhi.
Engkau akan mengalami nanti, kau telah berjuang mati-matian berusaha untuk mendapatkan apa yang kau inginkan, namun pada akhirnya engkau tidak dapat meraihnya.
Itulah kehidupan di dunia. Namun jangan terlalu sedih dan terpukul. Jatuh dan merasa sedih adalah wajar. Namun jangan sedih berlebihan, sedih yang membuat putus asa sang hamba kepada Rabbnya. Segeralah bangkit dari keterpurukan. Minta tolonglah kepada Allah dan janganlah lemah.
Janganlah terlalu gembira jika nanda mendapatkan suatu nikmat dari Allah. Itu akan membuatmu sombong dan merendahkan orang lain. Amal yang paling baik disaat itu adalah bersyukur kepada Allah dengan lisan dan perbuatan. Janganlah terlalu bersedih dan terpuruk, jika ada sesuatu yang terluput darimu. Itu akan membuatmu putus asa dari rahmat Allah. Amal yang paling utama pada saat itu adalah qana'ah dan bersabar.
Jangan berputus asa, jangan mengeluh terutama mengeluh kepada manusia, jangan menyerah, jika nanda menemui kesulitan dalam perjalanan kehidupan nanda.
Pasti ada jalan lain jika hambatan menghadangmu.
Ingatlah ayat yang telah nanda hafal dalam surat Ath Thalaq ayat dua,"Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar."
Bertaqwalah dalam setiap keadaan dan disetiap tempat, niscaya Allah memberikan kemudahan kepadamu.
Ingat kami semua sangat menyayangimu, maka semangatlah & istiqomah dalam belajar. Kamu pasti bisa nak.
😍🤩😘
#formydaughter
Komentar
Posting Komentar